Minggu Paskah: Paskah Suci
Menjelang tengah malam pada hari Sabbat yang Terberkati, ibadah Nocturne (Nocturne adalah ibadah tengah malam Gereja. Di biara-biara biasanya dimulai saat malam oleh para Biarawan. Ibadah ini berisi sejumlah mazmur bersama dengan doa-doa biasa yang ditemukan di ibadah lain, seperti seruan untuk menyembah, Kidung Trisuci, Doa Bapa Kami, Troparion, dll. Temanya jelas malam dan perlunya berjaga-jaga. Di paroki-paroki, itu dikenal sebagai ibadah sebelum Sembahyang Singsing Fajar Paskah di mana lembaran kain kafan yang menggambarkan Sang Juruselamat yang telah meninggal diambil dari kubur dan ditempatkan di atas meja altar). dikidungkan. Imam pergi ke makam/ Keranda dan mengambil Epitaphios. Dia membawanya masuk melalui pintu kerajaan (Altar) dan menempatkannya di atas meja altar untuk ditempatkan si sana selama empat puluh hari sampai hari Kenaikan.
Pada tengah malam prosesi Paskah dimulai. Orang-orang keluar dari gedung Gereja sambil bernyanyi:
Ya Kristus Juruselamat kami, Malaikat di surga, mengidungkan tentang kebangkitan-Mu. Buatlah kami di bumi juga layak untuk mengidungkanMu dengan hati yang murni.
Prosesi mengelilingi gedung Gereja dan kembali ke pintu tertutup di depan Gereja. Prosesi orang-orang Kristen pada malam Paskah ini mengingatkan prosesi pembaptisan yang asli dari kegelapan dan kematian dunia ini kepada terang dan kehidupan Kerajaan Allah. Ini adalah prosesi dari Paskah kudus, dari kematian ke kehidupan, dari bumi ke surga, dari zaman ini ke zaman yang akan datang yang tidak akan pernah berakhir.
Di depan pintu gedung Gereja yang tertutup kebangkitan Kristus diumumkan. Terkadang Injil dibaca yang menceritakan tentang kubur yang kosong. Imam mengidungkan berkat bagi "Tritunggal yang kudus, yang tak terbagi bagi dan tak bercampur baur serta yang menciptakan kehidupan." Troparion Paskah dinyanyikan untuk pertama kalinya, bersama dengan ayat-ayat Mazmur 68 yang akan memulai semua ibadah Gereja selama masa Paskah.
Biarkan Allah bangkit, biarkan musuh-musuhNya tercerai-berai; biarkan orang-orang yang membencinya lari dari hadapanNya!
Kristus telah bangkit dari mati, dengan matiNya telah menginjak-injak maut, dan pada mereka yang di kuburan hidup dianugerahkan (Troparion).
Ini adalah hari yang Tuhan ciptakan, mari kita bersukacita dan bergembira karenanya!
Orang-orang kembali memasuki gedung Gereja dan melanjutkan ibadah Paskah Matins/Sembahyang Singsing fajar yang sepenuhnya dikidungkan.
Kidung kanon tentang kebangkitan Kristus, dianggap berasal dari St. Yohanes dari Damaskus, dilantunkan dengan troparion perayaan sebagai pengulangan yang terus menerus. Bangunan Gereja dihiasi dengan bunga dan lampu. Jubah yang digunakan adalah jubah terang dari kebangkitan. Ikon Paskah berdiri di tengah-tengah Gereja menunjukkan Kristus menghancurkan gerbang neraka dan membebaskan Adam dan Hawa dari penahanan maut. Itu adalah gambar sang Pemenang “menginjak-injak maut dengan kematianNya sendiri.” Ada kidungan dan pendupaan yang terus-menerus dari ikon-ikon dan umat yang hadir, dengan proklamasi terus-menerus dari Imam : Kristus telah bangkit! Orang beriman terus-menerus merespons: Benar Dia telah bangkit!
Ini adalah hari kebangkitan! Marilah kita diterangi oleh pesta itu! Paskah! Paskahnya Tuhan! Kristus telah memimpin kita dari kematian menuju kehidupan, dan dari bumi ke surga! Nyanyikan kidung kemenangan: Kristus telah bangkit dari kematian! (Ode Pertama dari Kanon Paskah).
Mengikuti kanon tersebut, ayat-ayat paskah dinyanyikan, dan pada akhir sembahyang Singsing fajar/Matin Paskah, Sembahyang Harian Paskah juga dikidungkan. Secara umum, tidak ada yang hanya dibaca dalam ibadah Gereja saat Paskah: semuanya dinyanyikan sepenuhnya dengan melodi pesta yang penuh sukacita.
Pada akhir Jam, sebelum Liturgi Ilahi, Imam dengan khidmat menyampaikan Khotbah Paskah St. Yohanes Krisostomos yang terkenal. Khotbah ini adalah undangan bagi semua umat beriman untuk melupakan dosa-dosa mereka dan untuk bergabung sepenuhnya dalam pesta kebangkitan Kristus. Diambil secara harafiah, khotbah ini adalah undangan resmi yang ditawarkan kepada semua anggota Gereja untuk datang dan menerima Komuni Kudus, mengambil bagian dalam Kristus, Domba Paskah, yang mejanya sedang diatur di tengah-tengah Gereja. Di beberapa paroki, khotbahnya benar-benar dipatuhi, dan semua umat beriman menerima karunia ekaristi Perjamuan Paskah malam Paskah.
Liturgi Ilahi Paskah segera dimulai dengan menyanyikan sekali lagi troparion perayaan Paskah dengan ayat-ayat Mazmur 68. Ayat-ayat mazmur khusus juga terdiri dari antifon liturgi, yang melaluinya umat beriman memuji dan memuliakan keselamatan Allah:
Buatlah kemeriahan sukacita untuk Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikan namaNya, muliakanlah pujian bagi-Nya.
Biarkan seluruh bumi menyembah dan memuji Dia! Biarkan itu memuji nama-Mu, hai Yang Mahatinggi!
Supaya kita tahu jalan-Mu di atas bumi dan keselamatan-Mu di antara semua bangsa.
Biarkan orang-orang bersyukur kepada-Mu, ya Allah! Biarkan semua orang bersyukur kepada-Mu.
Troparion diulang berulang kali. Ayat ayat pembaptisan dari Galatia menggantikan Nyanyian Trisuci. Pembacaan Epistel diambil dari sembilan ayat pertama dari Kisah Para Rasul. Pembacaan Injil adalah tujuh belas ayat pertama dari Injil Rasul Yohanes. Proklamasi Firman Allah membawa umat beriman kembali ke permulaan, dan mengumumkan penciptaan dan penciptaan kembali dunia oleh Allah melalui Firman Allah yang hidup, PutraNya Yesus Kristus.
Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. . . Segala sesuatu diciptakan melalui Dia. . . Di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. . . .
Dan Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita penuh kasih karunia dan kebenaran. . . kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Putra sang Bapa yang tunggal, dan dari kepenuhan-Nya kita semua menerima anugerah demi anugerah (Yoh. 1–17).
Dilanjutkan dengan Liturgi St. Yohanes Krisostomos, dimahkotai dalam perjamuan kudus dengan Domba Paskah di meja perjamuanNya di Kerajaan Allah. Berkali-kali troparion Kebangkitan dinyanyikan sementara umat yang setia mengambil bagian dari-Nya “Yang telah mati dan hidup kembali” (Why 2.8).
Di Gereja Orthodoks, hari raya Paskah secara resmi disebut Pascha, kata yang berarti Paskah. Itu adalah Paskah baru dari perjanjian yang baru dan kekal yang dinubuatkan oleh para nabi zaman dahulu. Itu adalah Paskah kekal, dari kematian menuju ke kehidupan dan dari bumi ke surga. Ini adalah Hari Tuhan yang diberitakan oleh para nabi suci Tuhan, “hari yang telah Tuhan ciptakan” untuk penghakiman-Nya atas semua ciptaan, hari kemenangan terakhir dan kekal-Nya. Itu adalah Hari Kerajaan Allah, hari "yang tidak memiliki malam" karena " Anak Domba adalah cahayanya “(Wahyu 21.22–25).
Perayaan Paskah di Gereja Orthodoks, oleh karena itu, sekali lagi bukan sekedar pemeragaan sejarah peristiwa Kebangkitan Kristus seperti yang diriwayatkan dalam Injil. Ini bukan representasi dramatis dari pagi Paskah pertama. Tidak ada “ibadah Singsing fajar" karena sembahyang Singsing fajar/ Matin Paskah dan Liturgi Ilahi dirayakan bersama di jam-jam gelap pertama di hari pertama minggu itu untuk memberi manusia pengalaman "ciptaan baru" dunia, dan untuk memungkinkan mereka untuk masuk secara mistika ke Yerusalem Baru yang bersinar abadi dengan cahaya kemuliaan Kristus, mengatasi malam kejahatan yang abadi dan menghancurkan kegelapan dunia yang fana dan berdosa ini:
Bersinarlah! Bersinarlah! Wahai Yerusalem Baru! Kemuliaan Tuhan bersinar atasmu! Bersukacitalah dan bergembiralah, Sion! Bersinarlah, wahai Theotokos Murni, dalam Kebangkitan Putramu!
Ini adalah salah satu nyanyian pujian Paskah utama di Gereja Orthodoks. Yang diilhami oleh nubuat Yesaya dan bab terakhir dari Kitab Wahyu, karena itu sungguh menjadi dasar Penciptaan Baru, Yerusalem Baru, Kota Surgawi, Kerajaan Allah, Hari Tuhan, Pesta Pernikahan Anak Domba dengan Mempelai Wanita-Nya yang dirayakan dan direalisasikan serta dialami dalam Roh Kudus pada Malam Paskah yang Kudus di Gereja Orthodoks.
https://oca.org/orthodoxy/the-orthodox-faith/worship/the-church-year/easter-sunday-the-holy-pascha
%20-%202022-04-24T113341.078.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar