Sabtu, 16 April 2022

Kebangkitan Lazarus (Sabtu Lazarus)


Kebangkitan Lazarus (Sabtu Lazarus)

Diperingati pada Sabtu ke 6 Masa Puasa Agung Prapaskah

Sabtu Lazarus dan Minggu Palem

Sungguh kemenangan yang jarang terlihat dalam kehidupan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengabarkan sebuah kerajaan yang "bukan dari dunia ini." Pada saat kelahiran-Nya dalam daging, "tidak ada tempat di penginapan." Selama hampir tiga puluh tahun, sementara Dia tumbuh " bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 2:52), Ia hidup dalam kondisi tidak  terkenal sebagai ”putra Maria.” Ketika Ia muncul dari Nazareth untuk memulai pelayanan publik-Nya, salah seorang yang pertama kali mendengar tentang Dia bertanya, ”Mungkinkah sesuatu yang baik darang dari Nazareth?” (Yohanes 1:46). Pada akhirnya Dia disalibkan di antara dua pencuri dan dibaringkan untuk beristirahat di makam orang lain.


Dua hari yang singkat dan menonjol sebagai pengecualian yang kontras terhadap hal-hal di atas adalah hari-hari kemenangan yang terlihat jelas. Hari-hari ini dikenal di Gereja sebagai Sabtu Lazarus dan Minggu Palem. Bersama-sama kedua peristiwa ini membentuk siklus liturgi terpadu yang berfungsi sebagai bagian dari empat puluh hari Masa Prapaskah Agung ke Pekan Suci. Itu adalah hari-hari yang unik dan paradoks sebelum Kesengsaraan Tuhan. Itu adalah hari-hari yang terlihat sebagai kemenangan duniawi, dari kebangkitan dan sukacita mesianik di mana Kristus sendiri melakukannya secara suka rela dan aktif. Pada saat yang sama keduanya adalah hari-hari yang menunjuk pada hari di luar harinya sendiri tetapi pada hari kemenangan dan kerajaan terakhir yang Kristus akan capai bukan dengan membangkitkan satu orang mati atau memasuki kota Yerusalem, tetapi melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya sendiri yang akan segera terjadi.


Dengan membangkitkan Lazarus dari kematian sebelum Sengsara-Mu,
Engkau menegaskan kebangkitan umum, ya Kristus Allah kami!
Seperti anak-anak dengan sorak sorai kemenangan,
kami berseru kepada-Mu, ya Yang mengalahkan kematian
Hosanna di tempat tinggi!
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!
(Troparion hari raya yang dinyanyikan pada hari Sabtu Lazarus dan Minggu Palem)


Sabtu Lazarus

Dalam narasi yang dijelaskan dengan cermat, Injil menceritakan bagaimana Kristus, enam hari sebelum kematian-Nya sendiri, dan dengan perhatian khusus dari orang-orang "yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 11:42), pergi kepada sahabatNya Lazarus yang mati di Betania di luar Yerusalem. Dia sadar akan kematian Lazarus yang semakin dekat tetapi dengan sengaja menunda kedatangan-Nya, mengatakan kepada murid-murid-Nya terhadap berita kematian sahabatNya: "  tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya." (Yohanes 11: 15).

Ketika Yesus tiba di Betania, Lazarus sudah mati empat hari. Fakta ini berulang kali ditekankan oleh narasi Injil dan nyanyian liturgi dari pesta itu. Pemakaman empat hari menggarisbawahi kenyataan kematian yang mengerikan. Manusia, yang diciptakan oleh Allah dalam gambar dan rupa-Nya sendiri, adalah makhluk material-spiritual, kesatuan jiwa dan tubuh. Kematian adalah kehancuran; itu adalah pemisahan jiwa dan tubuh. Jiwa tanpa tubuh adalah hantu, seperti yang dikatakan oleh seorang theolog Orthodoks, dan tubuh tanpa jiwa adalah mayat yang membusuk. "Aku menangis dan meratap, ketika aku memikirkan kematian, dan lihatlah kecantikan kita, yang diciptakan menurut gambar Allah, terbaring di dalam kubur yang hina, rusak dan kehilangan bentuk." Ini adalah sebuah nyanyian St. Yohanes dari Damaskus yang dinyanyikan pada saat Ibadah pemakaman Gereja. "Misteri" kematian ini adalah nasib manusia yang tak terhindarkan yang telah jatuh dari Tuhan dan dibutakan oleh pengejarannya akan kesombongan.


Dengan kesederhanaan Injil mencatat bahwa, ketika datang ke tempat akhir dari sahabat-Nya yang mati mengerikan, "Yesus menangis" (Yohanes 11:35). Pada saat ini Lazarus, sahabat Kristus, mewakili semua orang, dan Betania adalah pusat mistis dunia. Yesus menangis ketika Ia melihat ciptaan yang "sangat baik" dan rajanya ciptaan, manusia, "diciptakan melalui Dia" (Yohanes 1: 3) untuk dipenuhi dengan sukacita, hidup dan terang, sekarang tanah pemakaman di mana manusia dimeteraikan dalam sebuah kubur di luar kota, dihilangkan dari kepenuhan hidup yang untuknya ia diciptakan, dan membusuk dalam kegelapan, keputusasaan, dan kematian. Sekali lagi seperti yang dikatakan Injil, orang-orang ragu untuk membuka kubur, karena “pada saat ini akan ada bau, karena ia telah mati empat hari” (Yohanes 11:39).


Ketika batu itu dikeluarkan dari kubur, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan kemudian berseru dengan suara nyaring: "Lazarus, keluarlah." Ikon pesta itu menunjukkan momen khusus ketika Lazarus muncul di pintu masuk makam. Dia masih dibungkus dengan kain kafannya dan teman-temannya, yang memegang hidung mereka karena bau busuk dari tubuhnya yang membusuk, harus membukanya. Dalam segala hal ditekankan pada yang terdengar, yang terlihat dan yang nyata. Kristus memberikan kepada dunia fakta yang dapat diamati ini: pada malam penderitaan dan kematian-Nya sendiri, Ia membangkitkan seorang manusia yang telah mati empat hari! Orang-orang heran. Banyak yang langsung percaya pada Yesus dan orang banyak mulai berkumpul di sekeliling-Nya ketika berita tentang kebangkitan Lazarus menyebar. Masuknya yang agung ke Yerusalem banyak diikuti orang.


Sabtu Lazarus adalah hari yang unik: pada hari Sabtu sebuah sembahyang Singsing fajar dan Liturgi Ilahi bertanda dasar perayaan ibadah kebangkitan, biasanya tepat untuk hari Minggu, dirayakan. Bahkan nyanyian pembaptisan dinyanyikan di Liturgi menggantikan kidung Allah Maha Kudus: “Seberapa banyak yang telah dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

Very Rev. Paul Lazor


https://oca.org/saints/lives/2011/04/16/19-the-raising-of-lazarus-lazarus-saturday


Tidak ada komentar:

Posting Komentar