Rabu, 22 Juni 2022

Liturgi Pra Konsekrasi


Liturgi Pra Konsekrasi

Liturgi Pra Konsekrasi Benda-Benda Anugerah yang secara tidak resmi disebut Liturgi Pra Konsekrasi, adalah sebuah layanan liturgi untuk pemberian Benda benda anugerah Suci pada hari-hari di luar hari Minggu pada masa Puasa Agung Pra Paskah.


Perjamuan Kudus selama Masa Prapaskah Agung
Karena Masa Prapaskah Agung adalah masa pertobatan, puasa, dan doa yang semakin intensif, Gereja Orthodoks menganggap penerimaan perjamuan kudus yang lebih sering sangat diiperlukan pada masa itu. Namun, Liturgi Ilahi memiliki karakter pesta atau perayaan di mana hal ini tidak sesuai dengan masa Prapaskah Agung ini. Dengan demikian, Liturgi Pra Konsekrasi lah yang dirayakan; karena Liturgi Ilahi hanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Meskipun dimungkinkan untuk merayakan Liturgi Pra Konsekrasi ini pada hari apa pun pada Masa Prapaskah Agung, liturgi Pra Konsekrasi ini ditetapkan hanya akan dirayakan pada hari Rabu dan hari Jumat di masa Prapaskah Agung, hari Kamis di minggu kelima masa Prapaskah (ketika Kanon Agung St
. Andreas dibacakan), dan Senin hingga Rabu di Pekan Suci. Praktek paroki yang umum adalah merayakannya sebanyak mungkin di hari-hari ini.

Selama Prapaskah, banyak umat Orthodoks kadang-kadang puasa  dari tengah malam dan kadang-kadang sepanjang hari kerja, tidak makan apa pun setelah makan pagi sampai mereka berbuka puasa dengan Perjamuan Kudus di ibadah liturgi malam ini. Mereka memiliki antisipasi ini untuk membantu mereka melakukan disiplin asketis yang sulit ini.

Liturgi Pra Konsekrasi
Liturgi ini terdiri dari Sembahyang Senja Harian yang dikombinasikan dengan doa-doa tambahan dan perjamuan kudus. Roti Perjamuan Kudus telah dikonsekrasi dan dicelupkan dengan Darah Kristus yang mulia yang telah dicadangkan pada Liturgi Ilahi hari Minggu sebelumnya. Anggur yang tidak dikonsekrasi ditempatkan di piala. Praktek lokal juga bervariasi, apakah anggur ini harus dianggap sebagai Darah Kristus atau tidak. Satu-satunya efek praktis dari perbedaan ini adalah bahwa imam yang melayanilah yang harus menghabiskan semua perjamuan Kudus yang tidak terbagikan pada akhir liturgi.

Ibadah didahului dengan pembacaan Mazmur seperti biasa, dan berkat pembuka Liturgi Ilahi, Terberkatilah Kerajaan ... digunakan pada awal bagian dari liturgi yang menyerupai Sembahyang Senja harian. Mazmur 104, Terpujilah Tuhan, hai jiwaku dibaca. Litani Agung kemudian dinyanyikan dan kemudian Mazmur 119–133 dibaca. Kemudian paduan suara menyanyikan kidung Ya  Tuhan, kuberseru padamu dengan stikera. Imam masuk dengan pedupaan. Jika kesempatan itu adalah hari raya, maka pada saat arak-arakan dengan membawa Kitab Injil dan kemudian ada bacaan Epistel dan bacaan Injil untuk hari raya tersebut.

Paduan suara menyanyikan Terang Gembira, dan bacaan pertama, dari Kejadian (atau Keluaran, dibaca dengan prokeimenon. Lalu imam melagukan Hikmat, mari memperhatikan. Terang Kristus menerangi semua orang, dan mereka yang berdoa bersujud. Bacaan kedua, dari Amsal (atau Ayub) dibaca.


Di bagian kedua dari liturgi, paduan suara melantunkan: biarlah doaku sebagai persembahan dupa ukupan di hadirat-Mu, setelah itu doa St. Efraim dibacakan. Setelah satu litani paduan suara menyanyikan: Kini para kuasa sorga menyembah dengan kita, secara tak nampak mata…. dan kemudian benda benda anugerah suci yang telah disiapkan dibawa ke altar suci dalam sebuah prosesi yang menyerupai Arak Arakan Agung di Liturgi Ilahi tetapi dalam keheningan. Tidak ada anafora karena Benda-Benda Suci sudah dikonsekrasi.


Doa St. Efraim dari Syria diulangi, dan doa Litani diucapkan. Paduan suara menyanyikan Doa Bapa Kami, setelah itu imam melagukan: Benda-benda Suci Pra Konsekrasi bagi orang-orang suci. Sakramen Suci dibawa keluar melalui Pintu Kerajaan, dan umat beriman menerima Komuni Suci. Setelah Litani Ucapan Syukur dan doa di depan Ambo/pintu kerajaan ("Setiap pemberian yang baik dan sempurna adalah dari atas ..."), dan umat beriman menghormati Salib Suci.


Perayaan Maria menerima kabar  Suka Cita
Jika pesta Peringatan ini (25 Maret/7 April) jatuh pada hari masa Prapaskah, yang merupakan peristiwa yang paling umum, Liturgi Ilahi dari perayaan tersebut dilakukan pada malam hari bersama Sembahyang Senja. Liturgi Ilahi Peringatan ini adalah satu-satunya perayaan Liturgi St. Yohanes Krisostomos yang diizinkan pada hari Masa Prapaskah Agung. Benda benda anugerah suci Pra Konsekrasi akan dicadangkan dari liturgi ini jika diperlukan untuk Liturgi Pra Konsekrasi mendatang di minggu yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar