Selasa, 04 Juli 2023

Istilah Musik Liturgi Orthodoks


Istilah Musik Liturgi Orthodoks

Gereja Orthodoks tentunya memiliki tradisi musik yang kaya dan dengan tradisi itu muncul istilah-istilah khusus dengan tujuan tertentu untuk berbagai kidung Gereja1. Istilah yang paling umum digunakan adalah:

Troparion

Apolitikon

Kontakion

Theotokion

Prokeimenon

Antifon

Stichera

Megalinarion

Troparion (Yunani, Τροπάριο; jamak troparia) adalah nama umum untuk kidung dalam musik Bizantium Orthodoks. Troparion bisa berupa kidung dari satu atau lebih rangkaian bait. Istilah ini diyakini berasal dari kata Yunani τρόπος yang salah satu definisinya adalah memutar atau mengulang.

Istilah troparion dapat diterapkan pada banyak jenis kidung yang dinyanyikan di hampir semua ibadah, liturgi, dan sakramen Orthodoks. Contohnya termasuk:

• Refrain singkat yang dinyanyikan di antara ayat-ayat mazmur Kitab Suci yang mendahului Antifon

• Kidung peringatan untuk Orang Suci atau hari raya Gereja

• Apolytikion dinyanyikan selama Liturgi atau pada Sembahyang Senja sebagai Kidung Pembubaran

• Kanon yang dinyanyikan pada Ibadah Singsing Fajar (Orthros).

• Pengurapan Kudus, Pemakaman dan Pernikahan

Troparia juga terkadang digunakan sebagai refrein untuk melantunkan syair mazmur, meskipun stichera lebih sering digunakan untuk fungsi ini.

Apolytikion (Yunani Απολυτίκιο, jamak apolytikia) Ini adalah kata majemuk, από + λυω + τικος (melepaskan dari atau membubarkan), dan diterjemahkan menjadi Kidung pembubaran. Apolytikion adalah jenis troparion khusus yang merangkum pencapaian dan/atau tujuan orang suci atau pesta yang dirayakan pada hari tertentu. Juga disebut sebagai "troparion hari raya" atau "troparion hari ini". Pada Pesta Besar dinyanyikan di akhir Sembahyang Senja dan segera setelah Doksologi Agung.

Engkau itu contoh iman dan gambar kelembutan, teladan hidupmu telah menunjukkanmu kepada kawananmu dengan menjadi ahli kesedrhanaan. Engkau memperolehnya melalui kerendahan hatimu, oleh karunia dari atas, dan kekayaan melalui kemiskinan. Wahai Nicholas, bapa kami dan imam dari para imam, berdoa syafaatlah kepada Kristus, Allah kita, agar Dia menyelamatkan jiwa kami.

Apolitikion St. Nicholas

Apolytikion juga diucapkan setelah Arak-arakan Kecil. Dalam istilah Protestan ini paling mirip dengan istilah Pengumpulan Harian.

1 Untuk informasi lebih lanjut lihat

1. Situs web ΛΕΞΙΚΟ ΛΕΙΤΟΥΡΓΙΚΗΣ

2. Daftar Istilah Hymnografi Ringkas oleh Elena Kolyada, Jurnal Masyarakat Internasional untuk Musik Gereja Orthodoks, Vol 4 Bagian 3

Kontakion (Yunani Κοντακιο, kontakia jamak) Kata ini berarti "tongkat" atau "tiang," (menunjukkan pada tongkat di mana suatu tulisan itu digulung) dan awalnya merujuk pada khotbah puitis yang agak panjang tentang tema tertentu, yang terdiri dari sekitar 24 bait maupun puisi atau lebih. Saat ini bait-bait ini jauh berkurang dan biasanya hanya bait pembuka yang dinyanyikan. Kontakion cenderung memiliki muatan theologis yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis troparia lain yang lebih sederhana sifatnya.

Romanos, Melodis agung Gereja Orthodoks dikenal karena bentuk kontakia puitis yang panjang. Kidung Akathist kepada Bunda Allah adalah contoh kontakion di mana syair yang lebih panjang dipertahankan. Salah satu kontakio yang lebih terkenal adalah Τη υπερμάχω στρατηγώ... atau Ya Pemimpin Pemenang, yang keluar dari Kidung Akathist.

Orang Suci, (St. Nicholas) di Myra engkau membuktikan dirimu sebagai seorang imam; karena dalam memenuhi Injil Kristus, Ya yang terberkati, engkau menyerahkan hidupmu bagi umatmu dan menyelamatkan yang tak bersalah dari kematian. Untuk ini engkau telah disucikan sebagai Seseorang yang terpelajar dalam kasih karunia ilahi.

Kontakion St. Nicholas

Theotokion (Yunani Θεοτοκίο) Seperti namanya Theotokion adalah troparion yang khusus didedikasikan untuk Sang Theotokos. Sementara kidung berisi permohonan kepada Sang Perawan Maria, Theotokion juga berisi pernyataan Kristologis tentang kesatuan dua kodrat Kristus, kelahiran-Nya dan inkarnasi-Nya. Untuk alasan ini kontakion kadang-kadang disebut sebagai Θεοτοκία Δογματικά (Dogmatika Theotokia)

Wahai Maria, sebagai bejana suci Tuhan, kami berdoa agar engkau mengangkat kami, karena kami telah jatuh ke dalam jurang keputusasaan yang mengerikan, dan pelanggaran serta penderitaan. Karena engkau memang telah menjadi keselamatan orang berdosa,  pertolongan mereka yang membutuhkan dan perlindungan yang kokoh; serta engkau menyelamatkan hamba-hambamu.

Theotokion dari Sembahyang Singsing Fajar St. Nicholas

Prokeimenon (Yunani Προκείμενο, jamak prokeimena) Ini adalah kata gabungan (προ + κείμενο), yaitu “sebelum” dan “teks” atau “membaca.” Prokeimenon adalah ayat(-ayat) dari Mazmur dan dilantunkan tepat sebelum pembacaan Alkitab, baik dari Perjanjian Lama, seperti di SEmbahyang Senja atau sebelum Surat Epistel di Liturgi Ilahi. Untuk ibadah umum, Prokeimenon khusus untuk setiap hari dalam seminggu dan Prokeimena hari Minggu bergantian untuk masing-masing dari delapan nada hari itu. Ada tiga (3) jenis Prokeimena

1. Liturgi – khusus untuk pesta-pesta besar Tuhan dan Sang Theotokos dan liturgi umum

2. Sembahyang Senja/ Vesperal untuk ibadah umum – dilantunkan pada hari biasa dan Ibadah Sembahyang Senja malam Minggu

3. Sembahyang Senja/ Vesperal untuk Antiphon Pesta Perayaan Besar, Ini juga merupakan kata majemuk (αντι + φωνα), yaitu “bergantian” dan “suara.”

Antifon dinyanyikan atau dikidungkan di antara paduan suara atau pelantun kanan-kiri bergantian atau "berlawanan". Meskipun jenis lantunan ini adalah gaya sejarah dan merupakan metode yang umum di kebanyakan biara, namun tidak begitu sering dilakukan di paroki.

Antifon yang paling terkenal adalah yang dinyanyikan di bagian pertama Liturgi Ilahi, Ταις πρεσβείαις της Θεοτόκου, Σώτερ, σώσον ημάς» (Melalui doa-doa Sang Theotokos, selamatkan kami ) dan «Σώσον ημάς, Υιέ Θεού, ο αναστάς εκ νεκρών, ψάλλοντάς Σοι Αλληλούϊα» (Selamatkan kami Anak Allah, yang telah bangkit dari mati, Haleluya).

Antifon juga dinyanyikan dalam sembahyang singsing fajar setelah Eulogitaria Kebangkitan (Ευλογητάρια) dan Hypakoe (Υπακοή) ketika Antifon Anavathmoi dinyanyikan.

Stichera (Yunani Στιχηρά) adalah nama untuk troparia pendek yang dinyanyikan selama ibadah sembahyang singsing fajar dan paling sering keluar dari Octoechos. Contohnya adalah Kebangkitan Stichera menjelang akhir sembahyang singsing fajar.

Megalinarion (Yunani Μεγαλυναριον) Istilah ini berarti μεγαλύνω atau untuk memperbesar maka kata bahasa Inggris "Magnificat." Penggunaan Megalynaria dalam praktik liturgi Orthodoks dimulai pada abad ke-8 dengan St. Cosmas sang Melodis yang menulis megalynarion untuk Sang Theotokos yang dinyanyikan dalam Liturgi Ilahi hingga saat ini, "Lebih terhormat daripada Kerubim..." megalynaria lainnya mengagungkan berbagai Orang Kudus Orthodoks lainnya.

https://annunciationrochester.org/wp-content/uploads/2021/11/Hymnnological-Terms-Defined.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar