PANDUAN WARNA LITURGI DI GEREJA ORTHODOKS
Sepanjang tahun, Saudara mungkin memperhatikan bahwa "skema warna" gereja Orthodoks berubah-ubah. Jubah imam berubah dari satu warna ke warna lain, seperti halnya kain altar dan kain lain yang digunakan di seluruh Gereja. Di Gereja Orthodoks Timur, warna-warna ini menandai pesta dan musim tahun liturgis. Dan setiap warna memiliki makna tersendiri. Dalam panduan ini, kami memandu Saudara melalui setiap warna liturgi, dimulai dengan warna yang paling sering kita lihat: emas.
EMAS
Kain emas menghiasi gereja dari Natal hingga Epiphany, dan di beberapa tempat, selama puasa Natal. Selain itu, kita menggunakan warna emas liturgi untuk setiap pesta** atau hari memperingati Tuhan kita Yesus Kristus, para Nabi, Rasul, dan Hierarki Suci.
BIRU
Imam Orthodoks mengenakan jubah biru dan menghiasi Gereja dengan kain biru untuk semua pesta dan puasa yang memperingati Sang Theotokos, Kuasa Tak Berjasad Jasmani, dan Para Perawan Suci. Gereja Orthodoks juga menggunakan warna ini untuk Hari Raya Penyerahan Tuhan, Kabar Sukacita, dan dalam beberapa tradisi, Jumat kelima masa Prapaskah (Akathist).
MERAH
Warna liturgi lain yang sering digunakan di Gereja Orthodoks adalah merah, warna darah. Kita mendekorasi gereja dengan kain merah, dan Imam mengenakan jubah merah, untuk waktu-waktu berikut:
• Setiap hari raya dan hari memperingati Salib
• Puasa dan pesta St. Petrus dan Paulus (Juni)
• Puasa Adven (November dan Desember)
• Hari raya para martir suci
• Kamis Agung dan Suci (merah tua)
• Paskah dan Natal (di Moscow, di Gunung Athos, dan di Yerusalem)
Di beberapa tempat, oranye atau karat menggantikan warna merah
selama puasa St. Petrus dan Paulus. Dan di tempat lain, mereka juga terus
memakai warna oranye/karat melalui Hari Raya Transfigurasi (Agustus).
HIJAU
Selanjutnya, kita menggunakan jubah dan kain hijau untuk
menandai hari raya Pentakosta (dan hari raya sesudahnya) dan Minggu Palma,
serta hari-hari memperingati malaikat, nabi, biarawan Suci, pertapa, dan Yang Bodoh
bagi Kristus.
Di beberapa tempat, warna hijau dipakai untuk Pengangkatan Salib
Suci pada bulan September. Dalam praktek Carpatho-Rusia, hijau dipakai dari
Pentakosta sampai Puasa St. Petrus dan Paulus.
HITAM /
UNGU
Hitam dan/atau ungu adalah warna liturgi untuk Prapaskah. Dalam
beberapa tradisi, Imam akan menggunakan warna biru tua, hijau tua, atau merah
tua. Secara tradisional, ungu hanya dikenakan pada akhir pekan, sedangkan hitam
(dengan ornamen berwarna) dikenakan selama hari-hari puasa, terutama selama
Pekan Suci. Namun, di beberapa tempat, Imam mengenakan pakaian ungu pada hari
kerja dan emas pada akhir pekan selama Masa Prapaskah Agung.
PUTIH
Warna terakhir dalam siklus liturgi Gereja Orthodoks adalah
putih. Sebagai warna kematian (dan kebangkitan) dalam tradisi Timur, kita
menggunakan warna putih untuk pemakaman dan upacara peringatan. Selain itu,
para imam Orthodoks mengenakan pakaian putih untuk pesta dan setelah perayaan
Epifani, Transfigurasi, dan Paskah. Di beberapa tempat, warna putih juga
dikenakan pada hari Natal.
**Harap
diperhatikan bahwa ketika kita mengatakan “pesta”, kita memasukkan periode dari
Sembahyang Kawal Malam dari Pesta Perayaan tersebut sampai apodosisnya. Panjang
pasca-pesta ini bervariasi, dan Saudara dapat menemukannya di Kalender dan
Rubrik Liturgi. Secara umum, untuk masing-masing dari dua belas hari raya besar
ada satu hari raya pasca-pesta sekitar satu minggu.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar