Doktrin Gereja Orthodoks Timur (Theosis) yang Paling Indah dan Paling Dipertanyakan
St. Athanasius menyatakan, Firman Allah ... mengambil kemanuasiaan kita agar Manusia dapat menjadi Allah, [1] St. Makarius menulis bahwa orang-orang Kristen yang berjuang dan menaklukkan adalah para raja dan tuhan/penguasa serta dewa-dewa/allah [2], dan banyak bapa Gereja lain dari Timur dan Barat telah mengajarkan doktrin ini.
Mungkin doktrin yang paling kontroversial dari Gereja Orthodoks Timur bagi orang-orang Kristen heterodoks adalah doktrin theosis, yang sering diterjemahkan sebagai pengilahian. Ini adalah sarana keselamatan yang telah diajarkan sejak zaman para rasul, tetapi kebanyakan orang Kristen belum pernah mendengarnya, dan bahkan beberapa umat Orthodoks tidak mengenalnya.
MENJADI ALLAH
Ada tertulis, Kamu adalah allah, dalam Mazmur 82 ayat 6 dan dalam 2 Petrus 1: 4 kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Seperti yang telah saya tulis di masa lalu, kita tidak dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi tanpa menarik sifat itu ke sesuatu yang kurang ilahi atau diangkat ke atasnya.
St. Athanasius menyatakan, Firman Allah ... mengambil kemanusiaan kita agar manusia dapat menjadi Allah [1] St. Makarius menulis bahwa orang-orang Kristen yang berjuang dan menaklukkan adalah para raja dan tuhan/penguasa serta dewa-dewa/allah [2], dan banyak bapa Gereja lain dari Timur dan Barat telah mengajarkan doktrin ini.
Ketika menyebutkan doktrin ini kepada orang-orang Kristen yang
saleh, tetapi kurang pengetahuan, umumnya sering kaget mendengarnya. Di sisi
lain, mereka yang berada dalam gerakan New Age dengan cepat menerima gagasan
itu. Tapi tak satu pun dari mereka yang menolak atau memeluknya dengan alasan
yang tepat.
Ketika kita mendengar tentang menjadi allah, ide pertama kita biasanya adalah sesuatu yang mirip dengan Mormonisme di mana ada banyak dewa dan dewa yang memerintah bagian dari alam semesta. Bagi orang Kristen yang kurang pengetahuan yang bermaksud baik, kedengarannya seolah-olah kita kaum Orthodoks berusaha untuk menggantikan satu-satunya Allah yang benar. Bagi orang New Age, kedengarannya seolah-olah kita menegaskan keyakinan mereka bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan karena mereka tidak harus menjawab siapa pun. Tapi tidak satu alasan tersebut adalah yang benar.
SIPUT DAN ANJING
Mari kita bayangkan bahwa saudara ingin menemukan persahabatan yang dekat dengan binatang. Apa yang akan terjadi jika saudara memilih siput? Mungkin tidak banyak. Siput itu tidak akan pernah benar-benar berinteraksi dengan saudara, dan hampir mustahil untuk memiliki hubungan dengannya.
Sekarang, bagaimana jika saudara memilih anjing? Saudara akan menemukan bahwa persahabatan dekat tidaklah sulit. Anjing itu setia, mereka punya perasaan, mereka menikmati pertemanan kita, dan kita bisa berhubungan dengan mereka, kadang-kadang bahkan sangat dekat.
Jadi, mengapa anjing menjadi teman yang lebih baik daripada siput? Karena pada akhirnya anjing lebih mirip manusia daripada siput.
Dengan cara yang sama, Allah menginginkan persekutuan yang dalam dan keintiman dengan kita manusia. Sementara kita tidak akan pernah menjadi entitas yang tidak tercipta dan mandiri seperti Allah, kita bisa menjadi lebih ilahi daripada kita sekarang ... jauh lebih banyak! Sama seperti kita tidak dapat mengalami persekutuan intim dengan siput karena itu sangat berbeda dari kita, jadi kita tidak dapat mendekat kepada Allah jika kita tidak memiliki kesamaan dengan keilahian-Nya. Allah memanggil kita untuk menjadi ilahi karena itulah satu-satunya cara kita dapat mengalami-Nya secara mendalam.
Oleh karena itu, Allah menjadi manusia untuk menyatukan kemanusiaan kita dengan keilahian-Nya dan memulai proses pengilahian. Sekarang, kemanusiaan kita terhubung erat dengan kodrat ilahi dan duduk di sebelah kanan Allah. Melalui kasih karunia, kita dapat menjadi seperti keberadaan Dia secara alami.
PENOLAKAN
Sementara kita akan menjadi allah karena anugerah-Nya jika kita memilih untuk bekerja bersama-Nya dalam melakukannya, kita tidak akan pernah merebut keilahian Allah. Sebagai allah, seluruh keberadaan kita masih dipinjam dari Dia Yang sudah ada sendiri; tetap ada perbedaan yang jelas antara yang diciptakan dan yang tidak diciptakan.
Orthodoks Timur menjelaskannya seperti ini: Bapa, Putra, dan Roh Kudus berbagi satu Esensi ilahi yang tidak dapat diketahui. Esensi ilahi ini tidak dapat dilihat, dialami, atau dirasakan secara intelektual oleh makhluk ciptaan mana pun. Namun, Energi ilahi Allah, yang mencakup hal-hal seperti Kasih dan rahmat, adalah bagian dari kodrat Allah dan dengan Energi-Nyalah kita disatukan. [3]
PROSES PENGANGKATAN ANAK
Sementara theosis adalah anugerah rahmat Allah, hal itu tetap membutuhkan usaha dari kita. Allah menjadi manusia akan seperti manusia menjadi siput untuk mengajarkan siput lain bagaimana menjadi lebih manusiawi. Tetapi Allah dalam kasih-Nya melakukan itu untuk kita.
Kita dipanggil untuk berubah menjadi seperti Allah, yang hanya dapat dicapai dengan menjadi sebanyak mungkin seperti Allah dalam kehidupan ini. Itulah alasannya mengapa kekristenan memiliki begitu banyak "aturan" atau perintah. Pemazmur memahami hal itu ketika menulis Mazmur 119. Dalam Mazmur itu kita melihat kasih yang mendalam terhadap perintah, ketetapan, penghakiman, hukum Allah - yang kesemuanya adalah sinonim dari cara yang telah Allah berikan kepada kita untuk hidup. Dan semua itu dikejar oleh pemazmur dengan sepenuh hati bahkan menyatakan bahwa perintah-perintahNya melapangkan hatinya (ayat 32).
Pemazmur memahami apa yang banyak orang salah pahami: Allah tidak ingin kita mengikuti aturan yang sewenang-wenang, dan Dia tidak berusaha menghancurkan hidup kita dengan menghilangkan kesenangan kita. Dia meletakkan jalan keselamatan dengan mengatakan, “Engkau adalah siput rohani yang tertutupi oleh dosa yang menjijikkan. AKU telah menetapkan jalan keilahian bagimu, menjadi seorang manusia Sendiri, sehingga engkau dapat menjadi seperti Aku dan dipersatukan dengan Aku. Engkau tidak akan pernah bisa melakukannya jika engkau puas menjadi siput. Namun jika engkau mengikuti cara-cara yang telah Aku perlihatkan kepadamu, maka engkau akan perlahan-lahan diubah dari keberadaan siput menjadi statusnya sebagai anak. ”
KEMUSTAHILANNYA
Maksudnya adalah bahwa dengan mengikuti perintah-perintah Perjanjian Baru dengan kasih dan kerendahan hati sebenarnya sangat tidak mungkin. Semakin keras kita berusaha, dan semakin kita menyadari diri sejati kita di luar topeng ego (melampaui "bayangan diri"), semakin kita akan menyadari betapa dalamnya kita jatuh.
Pencerahan dari perbedaan kita antara keadaan kita saat ini dan panggilan sejati kita adalah momen yang penting. Karena seseorang yang menyadari keadaannya yang sejati akan berseru kepada Allah dengan kerendahan hati yang tidak dapat diajarkan. Orang seperti itu akan mengerti bahwa transformasi dari keberadaan siput menjadi status sebagai anak membutuhkan penyaliban dan kematian. Allah tidak memanggil kita hanya untuk meningkatkan, tetapi untuk mati dan bangkit sebagai sesuatu yang lain.
Menyalibkan manusia lama ini dan kebangkitan adalah suatu proses, yang harus kita jalani dengan sabar hari demi hari. Bagaimana kita melakukannya? Gereja memberi kita rahmat melalui misteri (sakramen), dan bimbingan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan bacaan, siklus Sembahyang, masa puasa, dan "aturan-aturan."
Kemuliaan bagi Allah karena menyediakan jalan keselamatan dan sarana untuk mencapainya! Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. (1 Kor 2: 9)
[1] St.
Athanasius, Tentang Inkarnasi, paragraf 54.
[2] St.
Makarius, Lima Puluh Homili, Homili ke 27.
[3] Energi ini
adalah bagian yang tidak tercipta dari kodrat Allah, dan persatuan kita dengan
energi ini adalah penyatuan dengan Allah sendiri.
https://www.orthodoxroad.com/understanding-theosis/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar