Rapture/ Pengangkatan – Bidat Kristen yang Tak Terbantahkan
Oleh Romo Anthony M. Coniaris
Suatu hari ketika saya sedang mengemudi, saya menemukan stiker di bemper mobil yang memperingatkan saya:
"PERINGATAN! Jika terjadi Rapture/ Pengangkatan, mobil ini tidak akan memiliki pengemudi.”
Kepercayaan aneh pada Hari Rapture/ Pengangkatan mengajarkan bahwa suatu hari (lebih cepat daripada nanti), tanpa peringatan, orang-orang Kristen yang dilahirkan kembali akan mulai melayang dari jalan bebas hambatan, kendaraan-kendaraan yang ditinggalkan melaju dengan liar. Tiba-tiba akan ada pesawat terbang di langit tanpa ada yang mengendalikannya! Agaknya, Allah sedang menyingkirkan orang-orang yang dikasihi ini dari bumi untuk menghindarkan mereka dari kesengsaraan Anti-Kristus yang harus ditanggung oleh kita semua.
Sayangnya Rapture telah dipromosikan secara luas melalui seri buku “Left Behind “ yang telah terjual lebih dari 70 juta eksemplar.
Rapture/ Pengangkatan mencerminkan salah penafsiran radikal terhadap Kitab Suci. Saya ingat menonton “Sixty Minutes” setahun yang lalu dan terkejut mendengar penyiar mengatakan bahwa “Rapture/ Pengangkatan adalah doktrin Kristen yang tidak salah lagi”. Bukan itu!
Ini merupakan penyimpangan serius terhadap Kitab Suci.
Sungguh mengherankan bahwa kepercayaan yang sangat bertentangan dengan Kitab Suci dan tradisi Gereja bisa disebarkan oleh mereka yang disebut “Kristen”.
Menurut Alkitab dan menurut kepercayaan tidak hanya umat Kristen Orthodoks tetapi juga umat Katolik Roma dan sebagian besar gereja arus utama Protestan, Rapture/ Pengangkatan yang sejati tidak akan dirahasiakan; itu akan menjadi Kedatangan Yesus Kedua Kali yang besar dan sangat nyata di akhir dunia. Itulah satu-satunya “Pengangkatan”. Peristiwa ini tidak akan terjadi secara terpisah dan rahasia, melainkan peristiwa yang “setiap mata dapat melihatnya” (1 Tes. 4:16-17).
Kata raprure/ pengangkatan tidak ditemukan dalam Kitab Suci tetapi disimak dalam 1 Tes. 4:17 di mana St Paulus mengatakan bahwa ketika Tuhan datang kembali “kita yang hidup… akan diangkat… dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.”
Kata “diangkat… dalam awan” –
arpagisometha dalam bahasa Yunani – diterjemahkan oleh beberapa orang sebagai
“diangkat”. Kata itu sendiri tidak ditemukan dalam theologi Ortodoks.
Gagasan mengenai pengangkatan
(rapture) di mana Kristus datang secara tidak terlihat untuk mengambil
orang-orang percaya secara diam-diam, dan kemudian kembali lagi kepada semua
orang di muka umum—seluruh ajaran ini cukup baru. Hal ini hampir tidak pernah
terdengar sampai John Nelson Darby merumuskannya pada tahun 1800-an sebagai
bagian dari pendekatan baru terhadap Alkitab, yang kadang-kadang disebut
“dispensasionalisme”.
Tujuan dari “Pengangkatan” adalah untuk melindungi umat pilihan dari kesengsaraan akhir zaman. Namun Yesus tidak mengatakan apa pun tentang menyelamatkan siapa pun dari kesengsaraan. Faktanya, Dia berkata, “Di dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh.16:33)
Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Dia akan datang kembali secara diam-diam untuk mengangkat orang-orang pilihan. Sebaliknya, Dia berjanji untuk menyertai orang-orang pilihan-Nya dalam segala kesengsaraan.
“Sesungguhnya aku selalu bersamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau mengabaikanmuinggalkanmu.” Ia bahkan mengatakan sesuatu yang baik tentang penganiayaan: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga” (Mat. 5:10).
Mereka yang mendukung ajaran Rapture/ Pengangkatan mengklaim bahwa Matius 24:40-41 secara jelas merujuk pada pengangkatan orang benar, “Pada waktu itu kalau ada dua orang berada di ladang; yang satu akan diambil, dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling di penggilingan; yang satu akan diambil, dan yang lain akan ditinggalkan.”
Namun keseluruhan ayat ini mengacu pada kedatangan Kristus yang kedua kali di mana Dia akan menghakimi orang hidup dan yang mati serta memisahkan orang benar dari orang tidak benar.
Darby mengajarkan sebagai dogma bahwa ketika Kitab Suci mengungkapkan bahwa Tuhan akan memerintah di bumi selama seribu tahun (Wahyu 20:4), angka ini harus dipahami secara harfiah, bukan sebagai simbol kekekalan seperti yang kita yakini. Konsili Efesus pada tahun 431 M mengutuk ajaran yang disebut Chialiasmos (milenianisme atau 1000 tahun) ini sebagai ajaran sesat.
Kenyataannya, Tujuh Konsili Ekumenis (325-787 M) yang mendefinisikan kebenaran esensial iman Kristen tidak pernah menyebutkan rapture/ pengangkatan. Namun umat Kristen Evangelis dan Pentakosta tetap menggunakan bagian-bagian yang tidak jelas dari Kitab Wahyu yang dimaksudkan untuk memberikan jadwal waktu yang rinci tentang apa yang akan terjadi pada akhir dunia, meskipun faktanya Yesus sendiri memperingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui hari atau jam kapan terjadinya Anak Manusia akan kembali.
Masalah utama dalam Rapteure/ Pengangkatan
adalah bahwa hal ini pada akhirnya mengajarkan bukan dua tapi tiga kedatangan
Yesus — pertama kelahiran-Nya di Betlehem; kedua, rahasia kedatangan-Nya untuk
merenggut (mengangkat) orang-orang yang “dilahirkan kembali”; dan ketiga,
kedatangan-Nya pada akhir dunia untuk menghakimi orang hidup dan orang mati dan
untuk memerintah dalam kemuliaan. Namun hanya dua, bukan tiga kedatangan
Kristus yang disebutkan dalam Alkitab. Kita mempunyai definisi yang paling
jelas mengenai hal ini dalam Pengakuan Iman Nikea ketika kita mengakui bahwa
“Tuhan Yesus Kristus…akan datang kembali dalam kemuliaan untuk menghakimi orang
yang hidup dan yang mati. Serta kehidupan di masa yang akan datang.”
Tidak disebutkan tentang “Rapture/ Pengangkatan”.
Sebagaimana telah disebutkan, sebagian besar umat Kristen, Orthodoks, Katolik Roma, dan Protestan tidak percaya akan ajaran Rapture/ Pengangkatan. Faktanya, seorang pendeta Protestan, John L. Gray, merangkum secara luar biasa apa yang kita percayai sebagai Orthodoks dan kebanyakan orang Kristen lainnya tentang Rapture/ Pengangkatan ketika dia menulis kata-kata yang luar biasa ini:
“Meskipun banyak yang percaya dan
mengajarkan teori 'Rapture/ Pengangkatan Pra-Kesengsaraan' ini, mereka salah
melakukannya, karena baik Yesus, Paulus, Petrus, Yohanes, maupun penulis
Alkitab lainnya tidak mengajarkan hal ini. Begitu pula para Bapa Gereja
mula-mula, maupun yang lainnya selama ratusan tahun.... tahukah anda bahwa
TIDAK SATU pun dari ajaran ini yang pernah diajarkan sebelum tahun 1812, dan
bahwa semua bentuk pengajaran Rapture/ Pengangkatan Pra-Tribulasi dikembangkan
sejak tanggal tersebut? .... Jika saya mengkhotbahkan sesuatu, atau mempercayai
sesuatu, yang konon berasal dari Alkitab, namun tidak dapat menemukan bahwa
ORANG LAIN sebelum tahun 1812 pernah mempercayai atau mengajarkannya, saya
dengan pertimbangan serius akan mempertanyakan apakah hal itu didasarkan pada
Alkitab."
Oleh karena itu, Rapture/ Pengangkatan adalah sesuatu yang asing bagi Alkitab dan tradisi Gereja yang masih hidup. Inilah yang kita sebut sebagai ajaran sesat, ajaran palsu. Ajaran palsu seperti ini terjadi ketika orang – seperti John Darby – percaya bahwa mereka mempunyai hak untuk menafsirkan Kitab Suci secara individu, terpisah dari Tubuh Kristus yang Hidup – Gereja – di mana Roh Kebenaran berdiam dan memimpin kita kepada seluruh kebenaran.
Saya tidak bisa memikirkan kata-kata yang lebih baik untuk menyimpulkan selain kata-kata Yesus ketika Dia berbicara tentang satu-satunya “Rapture/ Pengangkatan” yaitu Kedatangan Kedua:
“Hati-hati;ah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba…berjaga-jagalah…supaya kalau Dia tiba-tiba datang, jangan kamu didapatiNya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” (Markus 13:32-37).
https://www.johnsanidopoulos.com/2010/04/rapture-indisputable-christian-heresy.html


